Sabet Juara 1 Cabor Panahan Muhammadiyah Games 2026: Kisah Inspiratif Hafidz 5 Juz, Hudzaifah Asal Lamongan

ums.ac.id, YOGYAKARTA, 14 Mei 2026 – Ajang 1st Muhammadiyah Games 2026 kembali melahirkan talenta luar biasa. Hudzaifah Abdurrahman, seorang santri dari Pesantren dan Panti Asuhan Tahfidz Muhammadiyah Al Mizan Lamongan, sukses mengamankan podium tertinggi sebagai Juara 1 kualifikasi divisi Horsebow SMP 20 Meter pada Kamis (14/5).

Bertanding di Lapangan Sepakbola UAD yang menjadi venue utama Cabor Panahan, Hudzaifah tampil dominan dan menunjukkan konsistensi yang jarang terlihat di kelas tradisional. Prestasi ini menjadi sorotan karena latar belakang sang atlet yang merupakan seorang penghafal Al-Qur’an.

Dominasi Skor di Kelas Horsebow

Dalam persaingan yang ketat, tembakan-tembakan Hudzaifah mampu mencetak skor total yang sangat tinggi untuk kategori Panahan Indonesia kelas tradisional. Dari dua sesi pertandingan, ia berhasil mengumpulkan total 608 poin.

Catatan statistiknya menunjukkan akurasi yang luar biasa, dengan torehan 11 kali poin sempurna (angka 10) dan 2 kali mengenai titik X (pusat sasaran). Konsistensi ini membawanya unggul jauh di atas kompetitor lainnya di tingkat SMP.

Santri Panti Asuhan yang Menembus Batas

Keberhasilan Hudzaifah di Muhammadiyah Games tahun ini membawa pesan inspiratif. Sebagai siswa di panti asuhan dan pesantren tahfidz Al Mizan Lamongan, ia harus membagi waktu dengan sangat ketat antara jadwal pendidikan Islam yang padat dan latihan fisik.

Statusnya sebagai Hafidz Al-Qur’an 5 juz membuktikan bahwa kedisiplinan dalam menghafal kalam ilahi berbanding lurus dengan fokus dan konsentrasi yang dibutuhkan dalam olahraga panahan. Meskipun berasal dari institusi pendidikan dengan jadwal yang sibuk, Hudzaifah mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Lamongan di kancah nasional.

Panggung Talenta Muda Muhammadiyah

Penyelenggaraan MU Games 2026 terus mendapatkan apresiasi sebagai wadah kaderisasi atlet di lingkungan persyarikatan. Mulai dari level sekolah menengah hingga kategori Panahan Mahasiswa, ajang ini terbukti mampu menjaring bibit-bibit unggul yang memiliki keseimbangan antara prestasi akademik, spiritual, dan olahraga.

Kemenangan Hudzaifah Abdurrahman diharapkan menjadi pelecut semangat bagi santri-santri lain di seluruh Indonesia bahwa keterbatasan fasilitas atau padatnya kurikulum pesantren bukanlah penghalang untuk menjadi juara di level tertinggi.

Pertandingan di Cabor Panahan sendiri masih terus berlangsung di beberapa divisi lainnya, di mana persaingan antarkontingen diprediksi akan tetap sengit hingga hari penutupan.(DIMAS)

Penulis: Dimas Irfan Shaugi

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest