MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan Peringati Hari Kartini dengan Nuansa Berbeda dalam Pembelajaran

pwmu.co – Selasa (21/4/2026) Suasana kegiatan belajar mengajar di MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan tampak berbeda dari hari-hari biasanya dalam rangka memperingati Hari Kartini. Meskipun tidak diisi dengan kegiatan seremonial khusus, peringatan tahun ini tetap berlangsung khidmat dan penuh makna melalui perubahan penampilan para guru yang mengenakan seragam organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom).

Sejak pagi hari, suasana madrasah sudah terasa istimewa. Para guru perempuan terlihat anggun mengenakan batik Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah (NA), sementara guru laki-laki tampil rapi dengan balutan batik Muhammadiyah. Perbedaan ini memberikan warna tersendiri di lingkungan madrasah, sehingga kegiatan belajar mengajar terasa lebih semarak dan penuh semangat.

Meski demikian, proses pembelajaran tetap berjalan seperti biasa. Para siswa mengikuti pelajaran dengan tertib, sementara para guru tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Namun, nuansa kebersamaan dan kekompakan sangat terasa, mencerminkan semangat organisasi yang menjadi bagian dari nilai-nilai Muhammadiyah.

Kepala MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan Ibu Alimah, M.Pd menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini tidak harus selalu dirayakan dengan berbagai perlombaan atau kegiatan besar. Menurutnya, hal sederhana seperti mengenakan seragam Ortom dalam kegiatan sehari-hari justru dapat menjadi pengingat akan pentingnya meneladani perjuangan Kartini dalam kehidupan nyata.

Slogan paling ikonik dari R.A. Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang,” menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk keluar dari kegelapan menuju masa depan yang lebih cerah. Dalam konteks madrasah, belajar merupakan proses menuju “terang”, yaitu ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kesadaran untuk berkontribusi bagi masyarakat.

“Melalui momentum ini, kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa semangat Kartini adalah tentang ketekunan, keberanian, dan konsistensi dalam menuntut ilmu. Dari ketidaktahuan menuju pengetahuan, dari keterbatasan menuju kemajuan itulah makna ‘terang’ dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Penggunaan seragam Ortom ini juga menjadi simbol peran penting organisasi dalam membentuk karakter, khususnya dalam lingkungan Muhammadiyah. Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah dikenal sebagai organisasi perempuan yang memiliki kontribusi besar dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, sehingga sangat relevan dengan semangat perjuangan Kartini.

Dengan suasana pembelajaran yang berbeda ini, para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai keteladanan. Diharapkan, semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” terus hidup dalam diri seluruh warga madrasah, sehingga mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap membawa perubahan menuju masa depan yang lebih baik. (*)

Ibu guru berpakaian Aisyiyah saat mengajar murid. (Ma’bad/PWMU.CO)

*) Penulis : Ma’bad Alfarisi

Editor : Alfain jalaluddin ramadlan

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest